Moeldoko Yakin Mobil Listrik Tetap Laku Tanpa Insentif, Ini Alasannya!

Dani M Dahwilani
Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko. (Foto: Dani M Dahwilani)

Moeldoko menegaskan, tanpa insentif pun mekanisme industri akan tetap berjalan. Dia menyebut perkembangan teknologi dan persaingan produsen akan menekan biaya produksi, terutama pada komponen baterai.

"Saya dari awal sudah katakan, mobil listrik ke depan akan lebih murah dari mobil konvensional. Komponennya lebih sedikit. Kalau persaingan baterai makin ketat, harga akan turun," ujarnya.

Dia juga menyoroti rencana Indonesia menjadi basis produksi baterai kendaraan listrik. Menurutnya, baterai menyumbang sekitar 40 persen dari harga mobil listrik sehingga penurunan harga baterai akan berdampak langsung pada harga jual kendaraan.

"Apalagi Indonesia akan produksi baterai. Kalau baterai sebagai komponen 40 persen dari EV turun, maka harga mobil listrik turun ke bawah," kata Moeldoko.

Ilustrasi mobil listrik sedang di-charge. (Foto: Dani M Dahwilani)

Masuknya berbagai produsen kendaraan listrik ke Indonesia dinilai turut mempercepat penurunan harga. Kompetisi yang ketat membuat pilihan konsumen semakin beragam.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Mobil Listrik Dikhawatirkan Naik akibat Insentif Dihentikan, Tanggapan Periklindo Mengejutkan

57 tahun lalu

Insentif Disetop, Penjualan Mobil Listrik Tahun Depan Diprediksi Merosot

57 tahun lalu

Insentif Mobil Listrik Dihapus, Xpeng Nilai Konsumen Akan Terbebani 

57 tahun lalu

Ekspansi, Polytron Bangun 3 Showroom Mobil Listrik Sekaligus dengan Layanan Darurat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal