Mobil India Tata dan Mahindra Tepuk Tangan Dapat Order 105.000 Unit dari Indonesia, Industri Nasional Nangis

Dani M Dahwilani
Tata Motors dan Mahindra & Mahindra Ltd (M&M) mengumumkan kesepakatan dengan PT Agrinas Pangan Nusantara, total kendaraan yang dipesan 105 .000 unit. (Foto: Tata)

"Pik Up kami dirancang untuk berkinerja dalam kondisi sulit sambil menjaga biaya operasional seminimal mungkin. Volume yang dikomitmenkan untuk kemitraan ini akan secara signifikan meningkatkan Operasi Internasional kami, menambah sebanyak total volume ekspor yang dicapai pada FY 25. Sejalan dengan filosofi Rise Mahindra, kolaborasi ini mencerminkan komitmen kami untuk mewujudkan kemakmuran dan mendukung prioritas nasional,” ujarnya.

Scorpio Pik Up diproduksi di fasilitas Mahindra di Nashik, India. Model ini dikenal memiliki daya tahan tinggi, kapasitas angkut besar, serta biaya operasional relatif efisien sehingga dinilai sesuai untuk kebutuhan distribusi di wilayah pedesaan.

Di sisi lain, Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Asif Shamim, menyebut pesanan tersebut mencerminkan penerimaan berkelanjutan kendaraan komersial India di pasar internasional. Dia menilai kepercayaan pelanggan terhadap performa dan keandalan produk menjadi faktor utama.

"Tata Yodha dan Ultra T.7 dirancang untuk kinerja berkelanjutan, waktu operasional yang tinggi, dan ekonomi operasional yang efisien. Penggunaannya akan mendukung logistik pertanian di Indonesia dengan meningkatkan konektivitas, memungkinkan pergerakan barang yang lebih efisien di seluruh jaringan pedesaan dan regional," ujarnya dalam keterangan pers.

"Kami tetap berkomitmen untuk memperluas jejak global solusi mobilitas India melalui kendaraan dan penawaran yang menggabungkan skala, keandalan, dan penciptaan nilai berkelanjutan bagi pelanggan kami,” kata Asif Shamim.

Gaikindo: Industri Nasional Punya Kapasitas

Rencana impor kendaraan dalam jumlah besar itu mendapat respons dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, menilai industri otomotif dalam negeri memiliki kapasitas produksi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Sebenarnya anggota Gaikindo dan juga industri-industri pendukungnya, di antaranya industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, namun memang diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi,” kata Putu Juli dalam keterangan persnya, Jumat (20/2/2026).

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Mobil
6 jam lalu

105.000 Unit Mobil Impor India Serbu Indonesia, Bagaimana Nasib Otomotif Dalam Negeri?

Nasional
8 jam lalu

Indonesia Borong 105.000 Pikap India untuk Operasional Kopdes Merah Putih

Mobil
8 jam lalu

Soroti Rencana Impor Kendaraan dari India, Gaikindo Nilai Industri Lokal Mampu Penuhi Kebutuhan

Mobil
1 hari lalu

Kuasai Pasar Kendaraan Niaga Hampir 40 Persen, Ini Langkah Mitsubishi Fuso di 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal