Setelah meninggalnya aktivis lingkungan ini, sejumlah mahasiswa dan masyarakat Nagekeo mendesak Polda NTT mengusut kasus secara transparan. Mereka menolak spekulasi liar yang berkembang di tengah masyarakat.
Masyarakat juga menegaskan, kematian Vian tak boleh dipandang remeh sebab dia dikenal sebagai sosok kritis yang aktif menolak pembangunan proyek geotermal di Flores.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menyampaikan keprihatinannya atas tragedi ini. Dia menilai kasus tersebut bukan hanya menyangkut hilangnya nyawa seorang aktivis, melainkan juga tentang perlindungan terhadap masyarakat lokal.
“Tidak boleh ada praktik intimidasi, kekerasan, atau kriminalisasi terhadap suara masyarakat yang kritis terhadap proyek-proyek strategis,” kata Daniel, Rabu (10/9/2025).
Daniel mendesak pemerintah pusat, aparat penegak hukum, dan Pemda NTT segera mengusut kasus ini secara transparan.
“Kami mendesak pemerintah pusat, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah untuk segera mengusut tuntas kasus ini secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi,” ujarnya.
Politisi dari Dapil Kalimantan Barat I ini juga menekankan pentingnya dialog terbuka dalam pembangunan energi, termasuk geotermal. Hal itu agar masyarakat tidak merasa dimarjinalkan.