"Kami ingin menjadikan Prambanan sebagai salah satu jembatan penting dalam memperkuat hubungan pariwisata budaya dan spiritual antara Indonesia dan India. Bersama Bali, Prambanan memiliki kedekatan emosional dan spiritual yang kuat dengan wisatawan India," ujarnya.
Widiyanti menegaskan Kementerian Pariwisata terus memperkuat kerja sama dengan India untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Salah satunya melalui promosi destinasi Indonesia di pasar India, termasuk memanfaatkan kunjungan PM Modi sebagai sarana promosi bernilai tinggi atau high-value publicity.
Selain promosi, pemerintah juga mendorong peningkatan konektivitas penerbangan langsung dari India menuju berbagai destinasi di Indonesia, termasuk Yogyakarta. Kementerian Pariwisata tengah berkoordinasi dengan pemerintah India untuk membuka rute langsung ke Yogyakarta International Airport (YIA), sekaligus mendorong pemberian insentif berupa pembebasan biaya pendaratan dan parkir pesawat pada periode tertentu.
"Ke depan, Kemenpar akan terus berupaya dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menghadirkan paket wisata yang menarik sekaligus memperkuat konektivitas menuju Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kami berharap semakin banyak wisatawan India mengunjungi destinasi pariwisata prioritas seperti Candi Prambanan, Borobudur, dan desa-desa wisata," katanya.
Sebagai bagian dari upaya mempermudah kunjungan wisatawan India, Kementerian Pariwisata juga telah mengusulkan India masuk dalam skema Bebas Visa Kunjungan (BVK). Usulan tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.