Menlu Sugiono Ungkap Dunia Masuk Fase Bahaya, Batas Damai dan Perang Makin Abu-Abu

Mei Sada Sirait
Menlu Sugiono (foto: Mei Sada)

Dalam konteks tersebut, dia menegaskan Indonesia tidak akan bersikap pasif. Politik luar negeri bebas aktif tetap dijalankan demi memperkuat ketahanan nasional.

Untuk itu Menlu menekankan pentingnya sinergi antara diplomasi dan pertahanan, terutama di tengah meningkatnya risiko salah persepsi antarnegara. Indonesia disebut memilih membangun ketahanan melalui dialog, kepastian dan pencegahan, bukan unjuk kekuatan.

“Bagi Indonesia, ketahanan tidak dibangun dengan unjuk kekuatan, tetapi melalui kepastian, pencegahan, dan membuka ruang-ruang dialog,” katanya.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Kemlu Pastikan Penabrak Bocah WNI hingga Tewas di Singapura Sudah Ditahan

Nasional
5 hari lalu

RI-Australia Teken Traktat Keamanan, Menlu Sugiono: Bukan Pakta Militer

Nasional
5 hari lalu

Megawati: Kita Satu Bumi, Seharusnya Tidak Ada Perang

Nasional
6 hari lalu

Iuran Dewan Perdamaian Bentukan Trump Rp16,9 Triliun, Menlu: Bisa Diangsur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal