Zulhas menjelaskan, pemerintah saat ini fokus pada percepatan penyelesaian perubahan tata ruang serta dokumen perizinan, termasuk hak guna usaha (HGU).
"InsyaAllah semua perubahan tata ruang, surat menyurat seperti HGU dan lain yang diperlukan kita akan selesaikan," ucapnya.
Bahkan, kata Zulhas, dirinya telah mendapatkan Instruksi Presiden (Inpres) terkait percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air di Papua Selatan.
"Saya baru dapat Inpres tiga minggu itu sudah diproses hampir satu tahun, belum jadi. Saya dapat Inpres kan baru tiga minggu, tapi mudah-mudahan sampai akhir bulan selesai semuanya," ujarnya.
Lebih lanjut, Zulhas menjelaskan, target lahan yang dibuka mencapai 1 juta hektare. Saat ini, lahan yang dibuka baru sekitar 481.000 hektare.