Namun, di tengah perjalanan terjadi gangguan ketika sebuah taksi mogok di tengah rel. Pada pukul 20.48 WIB, KA 5181B lintas Cikarang-Jakarta melintas dan mengalami temperan dengan kendaraan tersebut. Peristiwa itu memicu kerumunan warga di sekitar lokasi untuk melihat kejadian.
Di saat bersamaan, KA KRL 5568A yang mengalami keterlambatan delapan menit diberangkatkan dari Stasiun Bekasi pada pukul 20.45 WIB dan tiba di Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.49 WIB dalam kondisi terlambat sembilan menit dari jadwal.
"Kereta sempat berangkat namun kemudian berhenti karena adanya kerumunan di depan yang melihat kejadian temperan tersebut," kata Dudy.
Selanjutnya, KA Argo Bromo Anggrek melintas di Stasiun Bekasi pada pukul 20.51 WIB atau lebih awal tiga menit dari jadwal dengan kecepatan mencapai 108 kilometer per jam. Tabrakan kemudian terjadi pada pukul 20.52 WIB.
Dari data di atas, tercatat kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur terjadi hanya berselang empat menit sejak insiden taksi mogok di rel.
Dudy menegaskan Kementerian Perhubungan menghormati proses investigasi yang saat ini dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Pemerintah, kata dia, mendukung investigasi berjalan secara independen, profesional, dan transparan.
Selain itu, Kementerian Perhubungan juga memprioritaskan percepatan penanganan korban serta pemulihan operasional perjalanan kereta api agar pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan aman dan lancar.
“Berbagai langkah evaluasi, perbaikan, dan peningkatan aspek keselamatan terus dilakukan,” ujarnya.