Mengenal Suku Dani, Pewaris Kebudayaan Papua

Ajeng Wirachmi
Suku Dani di Papua (foto: Wikipedia)

Usai menyembelih babi atau ayam, hewan tersebut diletakkan di lubang berisi bara panas yang sudah dibungkus dengan daun pisang dan campuran buah tawi atau merah. Daging hewan itu dimasak tanpa menggunakan garam.

Tradisi yang dijalankan Suku Dani pun tergolong beragam bahkan ada pula yang ekstrem. Ketika ada kerabat yang meninggal, proses mumifikasi dilakukan. Mayat diawetkan tanpa dibalut dan disimpan dalam gua. Usia mumi yang paling tua bisa mencapai 300 tahun.

Tradisi ekstrem lainnya adalah potong jari, yang biasa dilakukan ketika sedang mengalami kedukaan. Masyarakat Suku Dani tidak terbiasa menangis untuk mengekspresikan perasaan saat sanak keluarga meninggal dunia. 

Mereka melaksanakan potong jari sebagai tanda kesedihan dan kehilangan yang amat mendalam. Hal ini dilakukan Suku Dani karena mereka menganggap jari sebagai simbol keluarga dan kekerabatan.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Nasional
7 jam lalu

Gibran Minta Anak Muda Lebih Aktif Dukung Pembangunan di Wilayah 3T

Nasional
24 jam lalu

Pariwisata Terdampak Perang Timur Tengah, Kemenpar Lakukan Ini!

Nasional
2 hari lalu

Ketum Gerakan Cinta Prabowo Kritik Film Pesta Babi: Cinta Papua atau Tidak?

Nasional
3 hari lalu

Ketum Gerakan Cinta Prabowo: Film Pesta Babi Provokatif, Tidak Berimbang!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal