Di samping menopang finansial, efektivitas program ini juga diukur dari kepuasan peserta dan peluang serapan tenaga kerja pasca-magang selesai. Evaluasi menyeluruh terhadap puluhan ribu alumnus menunjukkan tren positif terkait adanya tawaran kerja langsung dari sektor-sektor industri yang memiliki permintaan pasar tinggi.
Hasilnya, sebanyak 30 persen perusahaan menawarkan, 33 persen mengatakan belum ditawarkan tapi ada indikasi, dan 37 2,26 persen mengatakan tidak ditawarkan sampai pelaksanaan magang selesai.
"Terkait sebaran peserta magang dari pemerintah yang mendapatkan penawaran kerja. Ini ada sektor finance, kemudian perdagangan besar, wholesale trade dan manufaktur ini terpusat," kata dia.
Menurutnya, program magang nasional setidaknya dapat memperlebar ekspektasi pemerintah akan pengurangan jumlah pengangguran, kendati sifatnya tidak komprehensif. Namun, Yassierli mengakui masih ada hal yang mesti diperbaiki dalam pelaksanaan program magang nasional ini. Pemerintah menargetkan perbaikan di beberapa sektor penyelenggaraan.
"Kami memiliki beberapa PR terkait dengan bagaimana kita melakukan improvement pada tahun 2026 ini terkait dengan yang pertama sebaran dari calon peserta magang nantinya dan kemudian yang kedua terkait dengan sebaran kejuruan atau terkait dengan profesi tempat yang bersangkutan magang," katanya.