Memaknai Hari Lebaran

Komaruddin Hidayat

Uraian singkat di atas sedikitnya menjelaskan sebuah realitas sosial keagamaan, bahwa Islam di Nusantara ini telah berbaur dengan tradisi lokal, keduanya saling mengisi dan memperkaya. Tentu saja sumber agama datang dari wahyu ilahi, sedangkan budaya adalah kreasi manusia.

Tetapi hubungan agama dan budaya, bagaikan hubungan ruh dan tubuh. Tanpa budaya maka pesan wahyu sulit dipahami dan diterapkan dalam sebuah masyarakat, atau ibarat pesawat tidak punya landasan untuk mendarat.

Bahkan, halalbihalal dan mudik Lebaran yang sedemikian kolosal saat ini menjadi acara khas Indonesia. Sebuah inovasi dan kreasi budaya keagamaan yang sangat jenius dan berhasil, bahkan telah menjadi bagian dari agenda negara.

Lebaran sepenuhnya agenda masyarakat tanpa minta APBN. Namun, pemerintah membantu memfasilitasi terhadap warga negaranya. Adapun ritual salat Id dan khotbahnya seragam di seluruh dunia. Namun, ekspresi kulturalnya berbeda-beda. Ini sebuah bidah budaya (cultural innovation) yang mesti kita apresiasi dan lestarikan.

Makanya kalau ada kelompok ekstremis yang menempatkan negara RI sebagai musuh agama, pemikiran itu jelas salah. Ajaran agama apa yang dilarang di Indonesia?

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Nasional
4 jam lalu

Hari Kedua Lebaran, Tol MBZ-Cikampek dan Arteri Karawang Padat Merayap

Nasional
16 jam lalu

Lezat! Menu yang Disajikan Prabowo buat Warga saat Open House: Opor hingga Empal Gentong

Health
16 jam lalu

5 Tips Jaga Kesehatan saat Lebaran, Ingat Perhatikan Porsi Makan

Nasional
18 jam lalu

Kisah Haru Nakhoda Kapal Cecep Ahmaydi, 25 Tahun Tak Pernah Lebaran Bersama Keluarga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal