Menurut Ketua Umum PDIP itu, perhatian Ryamizard tidak berhenti setelah dirinya tidak lagi menjabat sebagai Presiden.
Salah satu kenangan yang sangat membekas terjadi saat penanganan bencana di Aceh. Kala itu, setelah meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak bencana, Megawati melihat kebutuhan mendesak akan jembatan darurat untuk menghubungkan wilayah yang terputus.
"Saya masih ingat ketika pulang dari Aceh dan melihat kebutuhan mendesak akan jembatan Bailey. Saya kemudian menelepon Pak Ryamizard. Dengan sigap beliau langsung membantu dengan mengerahkan batalyon Zeni untuk memasang jembatan darurat tersebut sehingga akses masyarakat dapat segera pulih," kenangnya.
Baginya, tindakan cepat tersebut mencerminkan karakter Ryamizard sebagai prajurit sejati yang selalu hadir untuk rakyat dan tidak pernah ragu memberikan bantuan ketika bangsa menghadapi kesulitan. Ia menilai Ryamizard Ryacudu sebagai sosok prajurit negarawan yang sepanjang hidupnya menunjukkan kesetiaan kepada bangsa dan negara.
"Pak Ryamizard adalah sosok prajurit negarawan. Beliau teguh pada prinsip, memiliki dedikasi yang tinggi, dan menunjukkan komitmen yang tidak pernah surut kepada negara. Sikap hidup dan pengabdiannya merupakan cerminan seorang patriot sejati," tuturnya.
Kenangan atas perhatian Ryamizard ini membekas bagi Megawati. Dia pun menyampaikan salam perpisahan kepada sahabat lamanya tersebut.
"Selamat jalan, temanku. Terima kasih atas persahabatan, pengabdian, dan jasa-jasamu bagi Indonesia," pungkasnya.