"Pak Ganjar pokoknya harus sarapan dulu. Warga masih kangen sama bapak, jangan pergi dulu," pinta warga.
Ganjar pun mengiyakan permintaan itu. Ia kemudian duduk lesehan di depan rumah warga beralaskan tikar. Ganjar kemudian sarapan bareng warga, dan warga menyambut dengan suka cita.
Ternyata cara itu berhasil. Tak hanya menahan Ganjar untuk sarapan, warga bahkan bisa ngobrol lama dengannya dan menyampaikan uneg-unegnya. Akhirnya, Ganjar tertahan di desa itu sampai pukul 08.00 WIB.
"Soalnya nggak pernah ada pejabat yang mau datang ke desa kami, bahkan sampai menginap, makanya kami mau memberikan yang terbaik buat Pak Ganjar. Ini tadi bangun jam 3 pagi, masakin sarapan Pak Ganjar biar bisa sarapan bareng," kata Ida.
Siti tak sendirian, ibu-ibu lain di desa Tanjunganom itu juga mengatakan hal yang sama. Mereka sangat senang didatangi Ganjar dan tak rela Ganjar cepat pergi dari desanya.