Meski begitu, mereka tetap menepi untuk memeriksa kendaraan. Lalu tiba-tiba, dua pria berboncengan motor mendekat.
Satu mengenakan seragam polisi, seorang lagi berpakaian sipil. Keduanya mengaku dari operasi gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan wartawan.
“Salah satu dari mereka langsung gebrak kaca mobil, ngomel-ngomel, bilang anak saya dan temannya berbuat nggak pantas. KTP sama kunci mobil langsung dirampas. Katanya mau dibawa ke Polda,” kata Djumadi.
Oknum yang berseragam memaksa R pindah ke kursi penumpang, lalu dia mengemudikan mobil. Anaknya V, dipindahkan ke kursi belakang dan keduanya tidak diizinkan menggunakan ponsel.
"Anak saya sempat minta izin untuk menghubungi orang tua, namun langsung dibentak," ucapnya.
Perjalanan berlanjut ke kawasan Wonokromo dan Ketintang. Dekat Excelso Jalan Ahmad Yani, pemerasan mulai terjadi.
Pelaku menuntut uang Rp10 juta agar masalah “diselesaikan”.