Dalam kesempatan itu, Said Aqil Siroj menekankan pentingnya langkah cepat dalam menyatukan kekuatan dunia Islam di tengah situasi global yang tidak menentu.
“Kini saatnya konsolidasi dunia Islam wajib untuk disegerakan. Perjuangan untuk menghadirkan Islam sebagai kekuatan Peradaban global yang menjunjung tinggi nilai Islam Rahmatan lil Alamiin yang damai dan menyejukkan, serta memberi manfaat bagi kemanusiaan dan keberlangsungan kehidupan, harus terus digaungkan. Perdamaian dan peradaban humanis harus menjadi pilar utama perjuangan kaum muslimin sepanjang masa. Islam hadir disemua peradaban di dunia dengan misi salam (misi perdamaian) dan misi insan kamil mukamil (the perfect human being) misi kemanusiaan yang memanusiakan manusia. Oleh karenanya dialog peradaban yang bernafaskan spirit perdamaian dan peradaban humanis harus segera digelar, agar ketegangan geopolitik tidak mengarah pada pecahnya perang dunia ke tiga yang lebih parah dan lebih menghancurkan," ujar Said Aqil dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).
Dia juga menyoroti pentingnya peran global dalam meredam konflik yang berpotensi meluas. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi lintas negara dan aktor strategis, baik dari pemerintah maupun non-pemerintah.
“Kesadaran global dan partisipasi lintas negara harus digalang, agar konflik global segera berakhir. Dibutuhkan terobosan strategis yang mampu mengkompromikan berbagai perbedaan kepentingan dan dibutuhkan pula juru damai terpercaya yang bisa di terima secara global. State and non-state actor harus bekerja bersama untuk menghimpun kekuatan strategis yang mampu mendamaikan atau setidaknya agar konflik tidak meluas dan mengarah pada kehancuran total. Pararel dengan hal tersebut, tidak dibenarkan atas nama apapun melakukan penjajahan diatas dunia dan tidak dibenarkan atasnama apapun menindas dan mendiskeditkan suatu negara dan suatu bangsa. Oleh karenanya tindakan provokatif dan intimidasitif serta pelanggaran-pelanggaran hukum internasional yang berpotensi memicu meningkatnya eskalasi, harus segera di hentikan. Di ruang ini Indonesia sangat berpotensi menjadi konsolidator Perdamaian Dunia dan peran ini harus diambil dengan langkah-langkah strategis yang berdampak nyata," ucapnya.
Lebih jauh, Said Aqil menegaskan konsolidasi ini tidak berhenti pada lingkup internal umat Islam, melainkan menjadi pintu masuk menuju dialog lintas iman secara global.