LPOI Peringatkan Krisis Ekologi dan Turbulensi Global Ancam Indonesia
JAKARTA, iNews.id – Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menyerukan agar lebih mewaspadai kondisi ancaman, tantangan, gangguan, serta hambatan global yang berpotensi merugikan Indonesia. Asosiasi ormas Islam Indonesia ini juga mendesak untuk segera mengambil langkah-langkah nyata guna melakukan antisipasi dan mitigasi secara lebih presisi.
Ketua Umum LPOI KH Said Aqil Siroj mengatakan, krisis lingkungan hidup dan fenomena bencana ekologis (ecological crisis and disaster) telah memicu kerusakan di berbagai bidang dan secara nyata merugikan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.
Fakta ketegangan politik antarblok peradaban serta fenomena persaingan persenjataan antarkekuatan global (political tensions and arms race) telah memasuki babak baru yang berpotensi kuat memicu terjadinya perang dan konflik berkepanjangan.
Perlambatan ekonomi global yang berpotensi menjadi periode krisis ekonomi terburuk (slowing growth and economic crisis) harus diantisipasi bersama.
“Seluruh pemangku kepentingan di Indonesia, khususnya penyelenggara negara, harus lebih waspada dan lebih sigap lagi dalam mengantisipasi dan melakukan mitigasi terhadap ancaman dan tantangan krisis ekologi dunia dan turbulensi global yang berpeluang menekan Indonesia pada situasi dan kondisi yang tidak menguntungkan,” kata KH Said Aqil dalam keterangannya, Rabu (31/12/2025).
“Spirit gotong royong, kepedulian sosial, produktivitas, dan inovasi di berbagai bidang harus dipercepat agar daya tahan dan daya dukung sosial, ekonomi, dan ekologi dapat diperkuat,” sambungnya.
Said Aqil menjelaskan bahwa saatnya masyarakat mempercepat konsolidasi ekologi dengan melakukan pemulihan ekosistem, mewujudkan keadilan ekologis, serta mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, arif, serta bijaksana.
Hal itu dilakukan dengan mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan secara holistik.
“Konsolidasi sosial dengan melakukan penguatan ikatan dan nilai-nilai bersama dalam struktur sosial untuk menciptakan satu kesatuan warga negara Indonesia yang lebih solid harus terus-menerus dilakukan,” ungkap Said Aqil.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsolidasi ekonomi nasional juga perlu dilakukan dengan memperkuat stabilitas, efisiensi, dan daya saing ekonomi Indonesia yang perlu dipercepat. Hal itu di samping mendesaknya berbagai upaya penguatan produktivitas sektor riil dan progresivitas ekonomi kerakyatan yang harus menjadi prioritas utama.
“Berbagai upaya dan percepatan ikhtiar lahir harus disegerakan, dan yang terpenting dan tidak boleh dilupakan, Indonesia harus melakukan konsolidasi spiritual dengan menggerakkan kekuatan doa dan ikhtiar batiniyah, rekayasa kosmik spiritual, memperbanyak sedekah kepada sesama, sedekah kepada alam dan bumi, serta memperkuat kembali nilai-nilai spiritual dan keimanan agar Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, melindungi bangsa dan negara Indonesia dari segala hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap Said Aqil.
Pernyataan pers LPOI terkait sikap dan keprihatinannya sebagai berikut:
1. Bencana yang telah melanda di tanah air akhir-akhir ini adalah teguran keras dari Allah SWT atas kelalaian dan kurangnya kepedulian kita atas mandat ekologis yang telah dititahkan. Saatnya kita harus berani mengakui bahwa bencana ini adalah “Bencana bagi Bangsa Indonesia” dan semua warga bangsa Indonesia harus lebih sigap dan bersama-sama bahu-membahu dengan pemerintah untuk melakukan percepatan penanganan bencana (disaster management) dan percepatan pemulihan (disaster recovery), serta mendorong semua pihak untuk lebih peduli dan bergotong royong tanpa saling menyalahkan.
2. Saatnya kita mempercepat pembangunan dan peningkatan daya tahan terhadap bencana (building a disaster-resilient future) sehingga Indonesia lebih tangguh menghadapi bencana.Saatnya kita mempercepat konsolidasi nasional (national consolidation) dalam bingkai konsolidasi ekologi, konsolidasi sosial, konsolidasi ekonomi, serta konsolidasi spiritual agar bangsa Indonesia senantiasa siap dan siaga dalam menghadapi kemungkinan terjadinya krisis ekologi, krisis sosial, krisis ekonomi, dan krisis politik global yang akan berdampak bagi Indonesia.
3. Mengantisipasi kemungkinan terjadinya turbulensi global, kewaspadaan nasional dan peningkatan sistem deteksi dini serta kesetiakawanan nasional harus ditingkatkan. Sistem pertahanan rakyat semesta harus ditingkatkan agar Indonesia tetap bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Jangan beri sedikit pun ruang bagi pemecah belah NKRI. LPOI mendesak percepatan implementasi kesukarelaan bela negara.
4. Mendesak kepada penyelenggara negara untuk melakukan “Doa Bersama untuk Keselamatan Negara dan melakukan penggalangan solidaritas sosial secara lebih masif dan menyeluruh” di semua daerah di Indonesia.
Sebagai bangsa yang berketuhanan Yang Maha Esa, tidak boleh mengesampingkan ikhtiar spiritual karena doa adalah perisai dan benteng spiritual terpenting bagi keselamatan bangsa dan negara Indonesia. Serta mendesak kepada penyelenggara negara untuk lebih mengapresiasi, memfasilitasi, dan melakukan rekognisi terhadap ormas-ormas keagamaan dan lembaga masyarakat sipil yang telah berjasa dan berkontribusi terhadap bangsa dan negara.
5. Mendesak kepada semua korporasi pengelola sumber daya alam di Indonesia, tanpa terkecuali, untuk bertanggung jawab melakukan percepatan pemulihan lingkungan (environmental recovery) dan memberikan kontribusi nyata terhadap biaya pemulihan bencana (disaster recovery), yang harus dicatatkan di buku catatan keuangan negara secara resmi. Serta mendesak kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan secara tegas terhadap korporasi pengelola sumber daya alam yang melakukan perusakan lingkungan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.