Pada tahun 2026, LPDB Koperasi menargetkan penyaluran dana sebesar Rp2,1 triliun, dengan fokus 85% pada sektor riil dan 15% pada sektor simpan pinjam.
“Kami ingin memperbesar dampak ekonomi langsung ke masyarakat. Oleh karena itu, sektor riil menjadi prioritas utama, termasuk energi terbarukan seperti PLTS yang sangat relevan untuk menjawab kebutuhan desa,” jelasnya.
LPDB Koperasi menawarkan skema pembiayaan yang kompetitif dan inklusif. Tarif layanan yang ditawarkan cukup kompetitif, yakni 6,5% (konvensional) atau bahkan setara 3% flat untuk skema syariah terhadap Koperasi, jauh lebih rendah dibandingkan pembiayaan komersial.
Selain itu, proses pengajuan kini semakin mudah melalui sistem digital e-proposal, dengan waktu persetujuan yang relatif cepat.
“Jika semua persyaratan terpenuhi, proses pembiayaan bisa diselesaikan dalam 21 hari kerja. Tidak ada biaya provisi, tidak ada biaya administrasi, dan tanpa penalti apabila pelunasan dipercepat,” tegas Deva.