Setelah itu Kasdam XVII/Cenderawasih (1968–1969) dan dipromosikan sebagai Panglima Kodam XVI/Udayana (1970–1972). Jenderal asal Solo ini lantas masuk Mabesad sebagai Asisten V Renlitbang KSAD (1972–1973) dan selanjutnya dikaryakan sebagai Asrenum Hankam (1973–1976) dan Sekretaris Jenderal Depdagri (1976–1982).
Setelah kepemimpinan Tjokropranolo, lulusan Seskoad pada 1964 ini dipercaya sebagi gubernur DKI Jakarta kurun 1982–1987. Selepas jadi gubernur, politikus Golkar ini masuk Senayan dan diplot sebagai wakil ketua MPR periode 1987–1992 dari Utusan Daerah. Soeprapto meninggal dunia pada 26 September 2009 dalam usia 85 tahun.
Letjen TNI Wiyogo Atmodarminto atau akrab disapa Bang Wi ketika menjabat gubernur DKI Jakarta periode 1987-1992 lahir pada 22 November 1922. Karier militernya bermula di Militaire Acedemie Yogyakarta. Sejarah mencatat, Wiyogo termasuk salah satu pelaku sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949.
Kariernya mentereng. Bang Wi sukses menembus tiga bintang emas di pundak dengan menjabat Panglima Kostrad (1978–1981). Sebelum menjadi pemegang tongkat komando tertinggi Pasukan Cakra, dia dipercaya sebagai orang nomor satu Kowilhan II pada rentang 1981–1983.
Dari Kostrad, dia dikirim ke luar negeri dengan penugasan di luar struktur militer yaitu duta besar RI untuk Jepang. Pekerjaan ini dilakoninya pada era 1983 hingga 1987. Soeharto kepincu dengan kinerja Wiyogo. Dari Negeri Sakura, Bang Wi diplot Pak Harto menjadi gubernur DKI.