Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Rp17.105 per Dolar AS

Anggie Ariesta
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 70 poin atau 0,41 persen ke level Rp17.105 per dolar AS pada perdagangan, Selasa (7/4/2026). (Foto: Dok iNews)

Konfrontasi ini telah mengganggu aliran energi global dan mendorong harga minyak lebih tinggi, memicu kekhawatiran inflasi dan mempersulit prospek kebijakan moneter. Investor juga menunggu data inflasi AS penting yang akan dirilis pada hari Jumat, yang diharapkan memberikan petunjuk tentang lintasan suku bunga Fed.

Dari sentimen domestik, ekonom menilai desain subsidi berbasis komoditas membuka celah konsumsi oleh kelompok mampu. 

Skema subsidi energi yang belum tepat sasaran menjadi sorotan di tengah lonjakan harga minyak global. Bahan Bakar Minyak  bersubsidi masih dapat diakses tanpa pembatasan yang jelas.

Kondisi ini membuat distribusi subsidi tidak sepenuhnya dinikmati kelompok yang berhak dan berisiko menimbulkan ketimpangan di lapangan. Kelompok seperti nelayan yang berhak justru berpotensi kekurangan pasokan.

"Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik global menjadi pukulan telak bagi kondisi fiskal Indonesia di tengah ketergantungan tinggi pada impor BBM. Kenaikan harga yang jauh di atas asumsi APBN memperbesar beban subsidi energi," kata dia.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Senator AS Akan Makzulkan Menhan Pete Hegseth terkait Perang Iran

57 tahun lalu

Pesawat 'Kiamat' Trump Keluar Kandang Jelang Berakhirnya Batas Waktu untuk Iran, Ada Apa?

57 tahun lalu

Buruh Sebut Konflik AS-Israel dan Iran Picu Ancaman PHK di RI

57 tahun lalu

Trump Sesumbar Hancurkan Iran dalam 4 Jam: Butuh Waktu Seabad untuk Membangun Lagi!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal