Secara hisab atau penghitungan astronomi, ijtima atau konjungsi terjadi pada 29 Maret 2025 jam 17.57.58 WIB. Karenanya, berdasarkan data astronomi, saat terbenam matahari, posisi hilal berkisar antara minus tiga di Papua dan minus satu di Aceh.
Penghitungan itu akan dikonfirmasi melalui proses rukyatul hilal. Rencananya, rukyat dilakukan di 33 titik.
Selanjutnya, hasil pemantauan hilal akan dibawa ke sidang isbat untuk menentukan awal Syawal 1446 H.
Menurut Sayuti, ijtima menjelang Syawal 1446 H pada Sabtu 29 Ramadhan 1446 H atau 29 Maret 2025 terjadi pada pukul 17 lebih 59 menit dan 51 detik WIB.
Tinggi bulan saat matahari terbenam di wilayah Yogyakarta yakni minus 1 derajat 59 menit 4 detik. Sehingga hilal belum wujud.
“Pada saat matahari terbenam Sabtu 29 Maret 2025 Masehi itu di seluruh wilayah Indonesia bulan berada di bawah ufuk," ujar Sayuti dalam konferensi pers, Rabu (12/2/2025).