"Ini kan belum. Besok dibahasnya. Katanya besok sore. Besok sore," ujarnya.
Sebelumnya, Nanik menjelaskan BGN akan melakukan refocusing terhadap penerima manfaat program MBG. Langkah itu dilakukan untuk memastikan program benar-benar menyasar anak-anak dan kelompok masyarakat yang membutuhkan intervensi gizi.
Menurutnya, sekolah-sekolah yang berasal dari kelompok ekonomi mampu kemungkinan tidak lagi menjadi prioritas penerima manfaat program tersebut.
"Kami refocusing penerima manfaat. Refocusing ini maksudnya adalah apakah perlu? Rasanya tidak perlu ya kalau misalnya sekolah-sekolah kaya. Kan ini pasti di rumah gizinya juga lebih bagus," kata Nanik usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Selain itu, Nanik mengungkapkan sebagian penerima manfaat MBG yang saat ini telah mencapai sekitar 63 juta orang berpotensi dialihkan ke wilayah-wilayah yang lebih membutuhkan.