Tepat di jam makan siang, Sandi didampingi salah satu ajudan pribadi KSAD datang ke ruang kerja Andika. Ketika itu, komandan tertinggi TNI AD ini telah menunggunya. Makanan sudah terhidang di meja.
“Silakan duduk Mas Sandi, ini makan mi bakso-nya spesial nih dengan ayam, ini untuk Mas Sandi nih. Oke ayo makan,” ucap KSAD.
Di tengah suasana makan siang bersama tersebut terjalin pembicaran santai di antara keduanya. Pembicaraan ringan itu antara lain mengenai rasa makanan maupun kondisi tubuh Sandi.
Kisah Hidup Sandi
Mengenai apa yang terjadi padanya, Sandi lantas menceritakan kisah hidup yang dia alami.
“Kata orang tua saya, saat masih ngandung tuh kan sakit perutnya, terus dipijit-pijit sama dukun beranak. Pas waktu umur 10 bulan saya lahir, nih badan tuh pada biru lemes, terus gak nangis katanya mati suri,” kata dia.
KSAD tampak memperhatikan cerita itu dengan seksama. Usai makan, alumnus Akademi Militer 1987 ini memberikan kejutan berupa hadiah sebuah tas berukuran kecil, yang terdapat logo TNI AD.
“Ini adalah sebuah bentuk perhatian Jenderal TNI Andika Perkasa kepada Sandi, walaupun memiliki keterbatasan fisik dia tidak pernah menyerah, dan ini adalah hal yang harus dijadikan inspirasi bagi kita semua,” bunyi pernyataan Dispenad.