JAKARTA, iNews.id – Konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) berlebih ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga membebani sistem kesehatan nasional. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membeberkan faktanya.
Kemenkes mengungkapkan, salah satu dampak paling nyata adalah melonjaknya kasus gagal ginjal di Indonesia. Masalah kesehatan ini memberi beban cukup berat bagi sistem kesehatan nasional.
Berdasarkan data yang disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, beban pembiayaan untuk penyakit gagal ginjal meningkat lebih dari 400 persen. Pada 2019, biaya yang dikeluarkan tercatat sebesar Rp2,32 triliun, namun melonjak drastis menjadi Rp13,38 triliun pada 2025.
Lonjakan ini tidak lepas dari pola konsumsi masyarakat yang tinggi gula, garam, dan lemak. Kebiasaan tersebut berkontribusi pada munculnya berbagai penyakit tidak menular seperti obesitas, hipertensi, penyakit jantung, stroke, hingga diabetes tipe 2.
"Kondisi ini menunjukkan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam memilih makanan dan minuman," ujar Menkes.