"Saya tadi melihat bagaimana mereka mengelola avtur untuk bahan bakar pesawat terbang. Mereka betul-betul dengan teliti melihat apakah avtur tersebut terkontaminasi atau tidak," ujar Iriawan dengan nada bangga usai melakukan inspeksi.
Lebih lanjut, Iriawan menekankan apa yang dilakukan oleh para perwira di lapangan bukan sekadar rutinitas pekerjaan, melainkan sebuah bentuk pengabdian nyata kepada negara. Integritas dan rasa tanggung jawab yang tinggi dari para pekerja ini dinilainya menjadi benteng utama dalam menjaga keselamatan ratusan ribu nyawa penumpang yang terbang setiap harinya.
"Yang paling penting buat saya dan membuat saya terharu adalah mereka memiliki integritas yang tinggi, memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Karena jika mereka membiarkan avtur tersebut tercampur saja dengan air yang sedikit, maka akan berakibat fatal terhadap pesawat tersebut. Saya terima kasih, kalian semua pahlawan-pahlawan, tanpa kalian tidak ada Pertamina," ucap dia.
Mengakhiri kunjungannya, Iriawan memberikan rasa hormat setinggi-tingginya kepada seluruh tim AFT Ngurah Rai yang tetap menunjukkan semangat membara, meski bekerja di lingkungan dengan risiko keselamatan yang tinggi. Dia berharap totalitas ini terus dijaga demi menjaga nama baik Pertamina dan Indonesia di mata internasional.
"Tadi pun saya naik ke atas tangki timbun untuk melihat bagaimana mereka bekerja dengan risiko yang tinggi, tapi mereka semua bersemangat. Sekali lagi saya menaruh rasa hormat kepada para perwira di AFT Ngurah Rai, Bali. Bekerjalah terus dengan penuh ikhlas, totalitas, serta tanggung jawab yang tinggi terhadap hasil pekerjaannya," pungkasnya.