"Lebih baik seorang sniper mati bunuh diri daripada tertangkap musuh. Dengan misi tempur one way ticket itu," kata Tatang dalam buku Satu Peluru Satu Musuh Jatuh karya A Winardi yang dikutip, Rabu (17/7/2024).
Prajurit Kopassus Letnan Ginting yang pernah mengawal Tatang dalam pertempuran mengakui kehebatan pria asal Cibaduyut Bandung ini. Ginting menyaksikan Tatang menembak kepala musuh dari jarak 300 hingga 600 meter.
Kekaguman Ginting terhadap Tatang dilaporkan kepada Kolonel Edi Sudrajat yang saat itu menjabat Dansatgassus. "Kamu benar-benar gila," kata Edi kepada Tatang.
Tatang sengaja menciptakan sepatu dengan alas terbalik. Tujuannya untuk mengelabui pasukan musuh yang berpatroli.
Kebetulan keluarga besar Tatang perajin sepatu di Cibaduyut. Berkat pemahaman pembuatan sepatu, alas terbalik buatan Tatang bisa digunakan dengan nyaman.