“Akhirnya kepala desa ini meminta maaf dan kemudian seleksi ini dibuka untuk umum. Saya ikut tes Februari 2018 dan Maret sudah jadi sekretaris desa,” ujarnya.
Sudah empat tahun menjadi Sekretaris Desa cukup membuat Ida belajar bagaimana mengelola pemerintahan desa.
“Kalau khusus untuk sekdes tugasnya soal verifikator saja. Seluruh administrasi di desa yang memverifikasi adalah sekdes mulai peraturan hingga data yang lain,” ungkapnya.
Tak lupa, Ainul dan Ida memberi pesan kepada mahasiswa UB khusunya jurusan Ilmu Pemerintahan untuk memegang modal jujur saat masuk ke pemerintahan. Kemudian, kembangkan soft skill di organisasi kampus.
“Modal utama adalah jujur. Seperti minum jamu pertama biasanya pahit tapi setelahnya akan biasa. Ikuti juga kegiatan organisasi saat di kampus sebab ini akan mengasah soft skill salah satunya lobi. Sebab, lobi ini ketika sudah terjun langsung di lingkungan pemerintahan akan sangat berpengaruh,” tutupnya.