Kisah Ratu Zaleha, Cucu Pangeran Antasari Lolos dari Hujan Peluru Belanda

Sindonews
Nanang Sobirin
Ratu Zaleha, cucu Pangeran Antasari (Foto: Wikipedia)

Rambutnya yang cukup panjang dan disanggul rapi telah putus dilanda peluru. Lengannya yang kiri ditembus pula oleh peluru yang lain sehingga badannya bergelimang merah darah. 

Baju dan celana compang-camping, darahnya mengalir membasahi tubuh, namun air matanya tak pernah jatuh setetes pun menyesali perbuatannya itu. Wasiat almarhum ayah dan suaminya sebelum masuk perangkap Belanda tetap dipegang teguh.

Namun, pada tahun 1906, Ratu Zaleha ditangkap Belanda di salah satu rumah penduduk di Banjarmasin. Konon, pemilik rumah telah bersekongkol dengan Belanda. 

Zaleha akhirnya menyerahkan diri. Saat itu, fisiknya lemah dan salah satu lengannya terkena tembakan Belanda saat bergerilya di hutan sebelum dia bersembunyi di rumah penduduk.

Setelah tertawannya Ratu Zaleha, berakhirlah Perang Banjar yang dimulai tahun 1859. Belanda dengan leluasa menjajah bumi Kalimantan ini.

Setelah Zaleha ditangkap, dia diasingkan ke Bogor dan bertemu dengan suaminya. Kurang lebih 31 tahun Zaleha dan keluarganya hidup di pengasingan.

Di masa tuanya, Ratu Zaleha kembali ke kampung halaman. Dia meninggal 23 September 1953 dan dimakamkan di Kompleks Makam Raja-Raja Banjar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
3 hari lalu

Ketegangan AS-Iran Memuncak, Teheran Tolak Berunding di Tengah Saling Serang

7 hari lalu

Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal dan Drone, 8 Orang Tewas Puluhan Terluka

16 hari lalu

Ganas! 3.500 Orang Meninggal di Belanda Selama Puncak Gelombang Panas

21 hari lalu

Prabowo: Kalau Ada Perang Nuklir, Indonesia Kena Dampaknya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal