"4 tahun kuliah jungkir-balik. Kepikiran kerja sambil kuliah tapi beban dan belajarnya lebih berat juga. Dari tahun pertama saya sudah sibuk riset mobil listrik di Tim Mobil Listrik Arjuna UGM, jadi saya juga harus tetap menjaga nilai akademik saya supaya tetap bagus," ujar pria kelahiran tahun 1994 ini.
Meskipun dari keluarga yang sederhana, Fajar tak pernah mengubur mimpi-mimpinya. Bahkan, di tahun kedua perkuliahan, ia sudah memikirkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.
"Di tahun kedua dan ketiga dulu lihatnya kuliah S2 di luar negeri itu keren saja gitu. Tahun keempat baru ngerasa ternyata kuliah S2 di luar negeri itu penting banget untuk memperdalam ilmu," katanya.
Dari situ, Fajar mulai banyak bertanya kepada seniornya terkait kuliah S2 di luar negeri. Ia pun mendapatkan informasi terkait beasiswa LPDP dan mulai mempersiapkan berkas-berkas untuk mendaftar beasiswa LPDP.
Tahun 2017 Fajar dinyatakan lolos beasiswa LPDP di KTH Royal Institute of Technology. Namun, ia harus menunda keberangkatannya karena harus mengerjakan riset di UGM.