Para pembajak yang menamakan diri Komando Jihad pimpinan Imran bin Muhammad Zein menyampaikan sejumlah tuntutan. Antara lain pembebasan 80 tahanan rekan mereka dalam Komando Jihad, uang tebusan 1,5 juta dolar AS, pengusiran orang Israel dari Indonesia, dan pencopotan Adam Malik sebagai wakil presiden.
Kelompok ini diketahui dua minggu sebelumnya terlibat dalam Peristiwa Cicendo yang menyerbu kantor Kosekta 65 Bandung. Empat anggota Polri tewas dalam peristiwa itu.
Sejumlah penumpang pesawat Woyla menyampaikan kesaksian jika lima anggota kelompok ini sempat merayakan pembajakan itu di dalam pesawat usai Kepala Bakin Letjen TNI Yoga Sugama menyampaikan akan mengabulkan semua tuntutan. Kenyataannya hal itu dilakukan hanya untuk mengulur waktu.
Tim Kopassus dibagi menjadi enam subtim untuk melaksanakan operasi pembebasan yang berlangsung pada 31 Maret 1981 pukul 03.00 waktu Bangkok. Keberhasilan operasi ini nyatanya tak lepas dari siasat Letkol Sintong.
Sintong mengelabui anak buahnya dengan mengatakan operasi batal jelang jam-jam dilaksanakannya operasi yang sudah ditentukan. Dia pun memerintahkan semua anak buahnya untuk tidur. Tujuan siasat itu yakni agar semua prajurit bisa beristirahat setelah dua hari tak tidur. Benar saja, setelah itu para anggota tim semuanya tertidur lelap.