"Buat keluarga kadang kasih Rp100.000, kadang enggak. Kita nongkrong sudah abis aja. Dulu Alhamdulillah istri kerja juga," ucapnya.
Alvonso semakin larut dalam dunia hitam, sampai akhirnya dia ditangkap polisi karena mengedarkan narkoba.
Singkat cerita, dia dijebloskan ke sel. Di sana, dia bertemu seorang tahanan lain yang sudah aktif beribadah dan mengaji. Dia kerap dibangunkan salat Subuh, tetapi enggan meresponnya.
Lalu, rekan yang juga tahanan itu seolah tidak kenal lelah mengajak Alvonso untuk mendirikan salat. Lambat laun hati Alvonso terketuk. Dia mulai mengikuti ajakan rekannya tersebut untuk salat dan mengaji. Meski masih Iqra, ia tak malu untuk memulainya.
"Ngaji yuk belajar (ajakan temannya). Nunjukin huruf hijaiyah dan makhrajul hurufnya. Saya ingin. Ini bagus, mungkin kebetulan dia bisa melantunkannya, akhirnya saya tergerak ingin bisa ngaji," tutur Alvonso.