Kisah Marsdya Kardono Disandera 132 Jam oleh Tentara Merah Jepang, Istrinya Lebih Dulu Bebas karena Kerokan

Abdul Malik Mubarok
Marsdya (Purn) Kardono punya kisah menarik saat sempat disandera Tentara Merah Jepang. (Foto: Istimewa)

Namun ternyata Kardono tidak termasuk yang dibebaskan. Dia tetap disandera dan dibawa ke Kuwait, kemudian Damaskus sambil para pembajak bernegosiasi dengan pihak lain. Setelah melewati drama penyanderaan selama 132 jam, Kardono dan sisa sandera lainnya dibebaskan di Aljir, Aljazair.

Selain dikenal sebagai jenderal TNI AU yang sukses, Kardono juga pernah menjabat Ketua Umum PSSI. Hasilnya cukup siginifikan. 

Timnas yang prestasinya melorot dalam beberapa dekade, mampu menembus babak semifinal Asian Games 1986. Setahun kemudian, Timnas Indonesia sukses menggondol medali emas di ajang SEA Games 1987. Di babak final, skuad Garuda mengalahkan Malaysia dengan skor 1-0.

Kesuksesan serupa juga diraih pada SEA Games 1991. Timnas Indonesia menyabet medali emas setelah mengalahkan Thailand 4-3 melalui adu penalti. Pada 25 November 1991, Kardono melepas jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
Nasional
6 hari lalu

Menhan Sjafrie dan Menhan Jepang Tiba di Jakarta, Siap Teken Kerja Sama Pertahanan

Internasional
8 hari lalu

Keji, Suami Bakar Jasad Istri di Kebun Binatang

Internasional
11 hari lalu

Indonesia Pinjamkan Sepasang Komodo ke Kebun Binatang Jepang, Ditukar Panda Merah

Nasional
14 hari lalu

Gempa Besar M6 Guncang Hokkaido Jepang, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal