“Menurutku, ini semua bukan tentang usia atau menjadi wisudawan termuda, tapi juga hasil dari proses panjang dengan dukungan hangat dari banyak orang,” ungkapnya.
Setelah resmi diwisuda, Fulviana mengaku ingin terus belajar dan mengembangan diri saat menjalani tahap profesi dokter. Ke depannya, ia berharap dapat menjadi dokter yang kompeten secara ilmu dan memiliki empati tinggi terhadap pasien.
Melalui pengalaman dan perjalanan studi panjangnya, ia turut berpesan kepada rekan seusianya agar tidak takut mengejar cita-cita besar.
“Buat teman-teman seusiaku, jangan takut mencoba dan jangan membatasi diri karena usia atau rasa kurang percaya diri. Terus, buat ke depannya sendiri, aku berharap bisa jadi dokter yang kompeten ilmunya dan bisa memberikan empati serta pelayanan terbaik bagi pasien,” tutupnya.