Sutan Sjahrir dan Poppy menikah di usia 42 dan 31 tahun. Mereka pun menghabiskan bulan madu di Kairo dan berpose di depan piramida dan sphinx.
Dari pernikahannya dengan Poppy, Sutan Sjahrir dikaruniai dua orang anak, yakni Kriya Arsjah (Buyung) tahun 1957 dan Siti Rabyah (Upik) Parvati di tahun 1960.
Poppy dan Sjahrir selalu bersama-sama. Bahkan, saat Sjahrir terserang stroke dan komplikasi yang cukup parah, Poppy setia menemani sang suami.
Dengan penuh kesabaran, Poppy meminta kepada Presiden Soekarno untuk mengizinkan Sutan Sjahrir berobat ke luar negeri untuk menjalani fisioterapi.
Akhirnya, Sjahrir dan Poppy diizinkan terbang ke Swiss. Di sana, Sjahrir menjalani terapi 2-3 kali dalam sepekan, seperti menggerakkan tangan, menulis dan berartikulasi.