Ketika ada waktu senggang, Pierre Tendean selalu menggunakan waktunya bertemu kekasihnya itu. Bahkan, ia sering mengirim surat kepada keluarganya di Semarang, Jawa Tengah mengisahkan tentang Rukmini.
Kepada sang kakak, MItzi Farre, Pierre Tendean menulis dalam bahasa Jawa, sebagai berikut
"Mitz, aku wis ketemu jodoku. Wis yo Mitz, doangakake wae, mugo-mugo kelakon. (Mitz, aku sudah ketemu jodohku. Sudahlah, doakan saja mudah-mudahan tercapai)," tulis dia dalam surat dikutip dari buku 'Pierre Tendean' karya Masykuri.
Sayang, sempat ada perselisihan antara orang tua, terutama Ibu dengan Pierre Tendean terkait jodohnya. Namun, Pierre menyakinkan orang tuanya bahwa Rukmini merupakan yang cocok baginya.
Akhirnya, setelah mengenal lebih banyak tentang Rukmini, keluarga setuju akan pilihan Pierre Tendean.Pada tanggal 31 Juli 1965, Pierre memberanikan diri bertemu dengan orang tua Rukmini.