Iwan menyadari, bergabung dengan Tim Ekspedisi Everest sama dengan bertaruh nyawa. Dia menggambarkan, dari 100 pendaki yang ingin menggapai gunung setinggi 8.884 meter dari permukaan laut itu, kemungkinan hanya 10 orang yang sampai. Dari 10 tersebut, kemungkinan tiga orang yang selamat.
Ada kisah menarik sebelum dia berangkat mengikuti ekspedisi tersebut. Kepada Danjen Kopassus, dia izin menyunting pujaan hatinya. Oleh Prabowo, dia diberikan izin.
Istri Iwan, Betty Siti Supartini, turut mengenang bagaimana awal suaminya mengikuti persiapan panjang sebelum menuju Everest. Keikutsertaan suami tak dimungkiri membawa kecemasan tersendiri.
“Setelah menikah, sebulan-dua bulan berikutnya, saya ikut ke Cijantung (markas Kopassus di Jakarta). Saya sudah hamil. Saya waktu itu sempat (merasa), aduh ini (bagaimana), kalau suami saya tidak kembali, anak ini tidak ada bapaknya,” tutur Betty, mendamping Iwan.
Wajar dirinya merasa cemas. Jelang keberangkatan tim Kopassus, dirinya sempat menonton tayangan ekspedisi suatu negara ke Everest. Dalam tayang itu disebutkan ada anggota ekspedisi yang meninggal dunia. Gambaran itu yang membuat dirinya semakin khawatir.