Ketum Gerakan Cinta Prabowo: Film Pesta Babi Provokatif, Tidak Berimbang!

Yuwantoro Winduajie
Ketum Gerakan Cinta Prabowo H Kurniawan. (Foto: iNews)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum (Ketum) Gerakan Cinta Prabowo, H Kurniawan menilai film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale bersifat provokatif karena dinilai lebih banyak menyoroti sisi negatif pembangunan di Papua. Menurut Kurniawan, film itu tidak menampilkan secara utuh berbagai upaya pembangunan yang telah dilakukan pemerintah di Papua.

“Di sini yang tidak berimbang masalah film itu tadi. Di sini tidak memunculkan apa saja yang dilakukan pemerintahan, dari mulai Presiden sebelumnya sampai Presiden Prabowo saat ini, itu seolah-olah pemerintah itu tidak punya prestasi di Papua,” kata Kurniawan dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Ada Apa di Balik Film Pesta Babi?' yang disiarkan iNews, Selasa (19/5/2026).

Dia mencontohkan pembangunan infrastruktur yang telah membuka akses di Papua, termasuk jalan yang menghubungkan wilayah Sorong hingga Jayapura. Kurniawan juga menilai pembangunan perkebunan dan pembukaan lahan pertanian di Papua dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan wilayah di masa depan.

“Saya yakin ke depannya setelah terbukanya perkebunan kelapa sawit maupun sawah baru, saya yakin ke depannya Papua pun bisa mengimbangi provinsi-provinsi lainnya,” tutur dia.

Menurutnya, tidak semua penonton memiliki pemahaman yang sama terhadap pesan yang disampaikan dalam film dokumenter tersebut. Karena itu, dia menilai isi Pesta Babi berpotensi menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Nasional
4 jam lalu

Eks Kapuspen TNI Sebut Ternate Mayoritas Muslim: Pembubaran Nobar Pesta Babi demi Keamanan

Nasional
4 jam lalu

Ray Rangkuti: Film Pesta Babi Gambarkan Persoalan di Banyak Wilayah Indonesia

Nasional
5 jam lalu

Komite Eksekutif Otsus soal Film Pesta Babi: Kritik untuk Pembangunan Papua 

Nasional
5 jam lalu

Polemik Film Pesta Babi, Ray Rangkuti: Yang Haram Itu Dimakan Bukan Dibicarakan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal