Menurut Komaruddin, terdapat tiga kelompok di tengah era disrupsi media. Pertama, kelompok masyarakat yang selalu merasa kalah dan mereka selalu mengeluh. Kemudian, ada kelompok yang wait and see sembari survive.
"Ada kelompok kreatif, pionir yang dia mengatasi, bagaimana menghadapi, membuka dunia baru di balik disrupsi itu," katanya.