Sementara permintaan dari AS untuk ekspor migas ke Indonesia harus dengan tarif nol persen. Dampaknya, harga BBM dan LPG akan jauh lebih rendah karena terbebas dari bea masuk dan tarif impor produk migas AS.
Begitu juga dengan komoditas pangan seperti kedelai, jagung, dan pakan ternak. Tanpa bea masuk, harga turunan produknya seperti tempe, tahu, susu kedelai, gula jagung, telur ayam, dan daging ayam, akan lebih murah bagi konsumen Indonesia.
"Kesepakatan Prabowo–Trump jauh lebih menguntungkan rakyat dibandingkan kerja sama dengan RRC. Komoditas dari Amerika jauh lebih murah dibanding dari China. Itu sebabnya RRC kebakaran jenggot," kata Arief.
Arief menambahkan, BBM, LPG, dan produk pangan adalah penyumbang utama inflasi. Penurunan harganya akan membantu pemulihan ekonomi masyarakat dan memperkuat daya beli rakyat.
"Dengan tarif nol persen, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat. Mudah-mudahan cita-cita Pak Prabowo tercapai," ucapnya.