Herman berharap pengalaman itu dapat semakin menggelorakan semangat solidaritas internasional untuk Palestina. Dia menyebut peserta misi kemanusiaan tersebut berasal dari puluhan negara.
“Tapi mudah-mudahan ini bisa menggelorakan semangat membebaskan Palestina di seluruh dunia karena teman-teman kami semuanya berasal dari berbagai macam negara. Ada sebanyak 52 negara yang bergabung di situ, yang semua bergerak bukan karena agama tapi karena rasa kemanusiaan. Ada dari Amerika, Prancis, dan semuanya. Semuanya disiksa dengan kondisi yang sama, tidak ada pengecualian sedikit pun dari negara-negara mana pun,” katanya.
Diketahui, sembilan WNI tersebut tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 yang berlayar membawa bantuan menuju Gaza, Palestina.
Namun, dalam perjalanan misi tersebut, kapal yang mereka tumpangi dicegat oleh militer Israel pada 18 Mei 2026. Para peserta yang terdiri dari para aktivis dan jurnalis, termasuk sembilan WNI sempat ditahan.
Pemerintah Indonesia kemudian melakukan koordinasi dan negosiasi diplomatik dengan sejumlah pihak hingga para WNI akhirnya dibebaskan dan dipulangkan ke Indonesia.