Herman juga menceritakan kondisi yang dialami selama berada di dalam penjara Israel. Menurut dia, para tahanan diperlakukan secara tidak manusiawi.
“Belum lagi hal-hal yang lain terkait dengan kondisi ketika kita ada di penjara dan seterusnya diperlakukan seperti hewan. Kami harus berjalan dengan merangkak dengan lutut kami, kami harus berjalan dengan selalu menunduk tidak boleh menatap mereka, dan itu tidur di lantai yang tidak ada selimut, tidak ada bantal, dalam kondisi basah dan baju basah,” tuturnya.
Meski demikian, Herman mengatakan pengalaman tersebut tidak membuat dirinya dan rombongan merasa paling berjasa bagi Palestina. Dia menilai penderitaan yang dialaminya tidak sebanding dengan kondisi warga Palestina di Gaza.
“Tapi semua ini insyaallah tidak menjadikan kami menjadi orang yang merasa paling berjasa. Hanya yang sangat kecil sekali yang kami lakukan untuk Palestina,” katanya.
“Coba saudara kita di Palestina jauh lebih menderita dibandingkan dengan apa yang kami alami. Kami ini hanya debu-debu yang beterbangan yang tentu tidak patut untuk berbangga, tidak patut untuk menjadi orang yang merasa penting,” ucapnya.