Banyak pengemudi yang cenderung mengabaikan keselamatan berkendara selama periode liburan. Kecenderungan untuk terburu-buru atau tidak mematuhi peraturan lalu lintas dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Kondisi jalan yang tidak memadai, seperti jalan berlubang atau penerangan yang minim di malam hari, juga menjadi faktor penyebab kecelakaan2. Pengemudi sering kali tidak siap menghadapi kondisi jalan yang buruk, terutama saat banyak kendaraan melintas.
Menanggapi hal tersebut, Azas Tigor Nainggolan Pengamat Transportasi dari FAKTA faktor kecelakaan lantaran tingginya permintaan akan kendaraan sewa untuk liburan, berbanding terbalik dengan pengawasan dan perawatannya.
“Musim liburan, jadi banyak tingkat penggunaan bus wisata tinggi demandnya sehingga kendaraan-kendaraan yang tidak laik pakai, karena demand tinggi jadi ya sudah dibiarkan saja tanpa ada perawatan dan pengawasan. Dari tingkat operator harus tegas dalam pengawasan. Perlu disosialisasikan kepada masyarakat jangan asal murah, tapi mengorbankan nyawa,” tegas Tigor saat dihubungi iNews.id pada Senin (30/12/2024).
Agar tetap aman dan nyaman selama bepergian, Tigor meminta para pengguna jasa bisa melihat dokumen kendaraan seperti uji KIR dan lainnya.
“Kendaraannya laik pakai atau gak, sopir nya bagaimana. Bisa, kita bisa tanya KIRnya. Untuk pemerintah, di lapangan harus ada razia ramp cek supaya kendaraan yang disewa atau beroperasi bisa di stop jika tidak laik jalan,” ungkapnya.
Kenapa akhir tahun banyak kecelakaan? Hal ini tidak hanya disebabkan oleh faktor-faktor teknis dan kondisi jalan, tetapi juga oleh perilaku pengemudi yang sering kali kurang waspada selama periode liburan. Dengan banyaknya perjalanan yang dilakukan untuk merayakan Natal dan Tahun Baru, pengemudi sering kali terburu-buru, mengabaikan keselamatan, dan tidak mematuhi aturan lalu lintas.