Kenapa Akhir Tahun Banyak Kecelakaan? Temukan Misteri di Balik Lonjakan Insiden di Jalan!
Ia menjelaskan bahwa musim hujan tahun ini berbeda dibandingkan dengan tahun lalu karena Indonesia sedang mengalami fenomena La Nina Lemah. La Nina sendiri merupakan fenomena iklim global yang disebabkan oleh anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang lebih dingin dari biasanya.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dwikorita dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2024 yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, baru-baru ini.
Rapat ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Pratikno, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, serta Bupati/Walikota se-Jawa Timur.
“Tahun lalu yang terjadi adalah El Nino dan bersifat kering, sementara tahun ini adalah La Nina Lemah. Hal inilah yang menjadi booster pertumbuhan awan-awan hujan sehingga intensitas dan volume hujan meningkat. Bagi Indonesia, fenomena ini menyebabkan peningkatan curah hujan di hampir sebagian besar wilayah yang berkisar 20 – 40 persen,” ungkap Dwikorita.
Sebagian besar kecelakaan disebabkan oleh kesalahan manusia, yang mencakup kelalaian saat berkendara, mengemudi dalam keadaan lelah, atau pengaruh alkohol. Menurut Korlantas Polri, faktor manusia berkontribusi sebesar 61% terhadap kecelakaan.