Kemlu Ungkap 281 WNI Masih di Iran, 35 di Antaranya ABK di Kapal

Felldy Aslya Utama
Plt Dirjen PWNI Kemlu, Heni Hamidah. (Foto: Felldy Utama)

Sebelumnya diberitakan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama 2 pekan dengan Iran, Selasa (7/4/2026) waktu Washington DC atau Rabu pagi WIB. Gencatan senjata ini bersifat dua arah, di mana AS juga akan menghentikan serangan terhadap Iran.

Trump juga mengatakan, Selat Hormuz akan segera dibuka.

"Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir, dari Pakistan, dan di mana mereka meminta saya untuk menahan kekuatan destruktif yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara menyeluruh, segera, dan aman, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama 2 minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!" tulis Trump di Truth Social, dikutip Rabu (8/4/2026).

Dia menjelaskan, alasan untuk menyetujui gencatan senjata adalah karena AS telah melampaui tujuan militernya terhadap Iran sejak menyerang pertama kali pada 28 Februari.

Selain itu, ada kemajuan yang signifikan dalam kesepakatan damai dengan Iran termasuk soal isu nuklir.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Internasional
10 jam lalu

Ini Alasan Trump Pilih Gencatan Senjata dengan Iran

Buletin
11 jam lalu

Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan dengan Iran dan Pembukaan Selat Hormuz

Internasional
11 jam lalu

Gencatan Senjata dengan AS, Iran Buka Selat Hormuz

Internasional
11 jam lalu

AS-Iran Sepakati Gencatan Senjata, Israel Masih Bungkam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal