"Pada tengah malam, terdengar suara tembakan. Para WNI kemudian berlari ke arah perbatasan RI-Timor Leste. Setelah itu diketahui seorang WNI atas nama AB tidak kembali ke wilayah Indonesia," tambah Judha.
Ia melanjutkan bahwa pencarian dilakukan keesokan harinya, dan AB ditemukan telah meninggal dunia dengan luka tembak. Jenazahnya kemudian dibawa ke Atambua.
Judha menambahkan bahwa sejak AB dinyatakan hilang, pihak keluarga dan rekan-rekannya tidak melaporkan kejadian tersebut kepada otoritas Indonesia maupun Timor Leste. Proses evakuasi pun dilakukan secara mandiri oleh keluarga.
"Proses penyelidikan juga sulit dilakukan karena pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Saat ini jenazah sudah dimakamkan keluarga," katanya.
Menanggapi insiden ini, Judha menyampaikan bahwa otoritas Timor Leste telah menghubungi KBRI Dili untuk memperoleh informasi lebih lanjut.
Ia juga menegaskan bahwa KBRI Dili akan terus menjalin koordinasi dengan aparat Timor Leste, Polres Belu, dan Satgas Pamtas RI guna mendukung proses penyelidikan lanjutan.
"Kemlu juga mengimbau agar para WNI tidak melakukan aktivitas berburu dengan melintas perbatasan RI-Timor Leste secara ilegal," imbaunya.