”Perlu kami sampaikan bahwa dokumentasi atau liputan terkait kegiatan menembak (yang banyak beredar di media massa dan media sosial) tersebut merupakan kegiatan yang dilaksanakan pada minggu lalu, sebelum adanya evaluasi terbaru terhadap pelaksanaan program,” ucapnya.
Menurut Rico, fokus kegiatan kini diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih agar siap menjalankan tugas setelah menyelesaikan pendidikan.
Perubahan skema pelatihan ini dilakukan setelah dalam pelaksanaan program sebelumnya tercatat lima peserta meninggal dunia.
Berdasarkan data Kemhan, korban terdiri atas Yonanda Muhammad Taufiq yang meninggal pada 17 Juni 2026, Anisa Muyassaroh (18 Juni 2026), Novia Rahmadhani Sihotang (22 Juni 2026), Muhammad Rifki Renaldi Gunawan (26 Juni 2026), dan Nola Dya Sari (26 Juni 2026).