Menurut Arya, penyelenggaraan tahun ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan teknologi, tetapi juga sarana memperluas jejaring bisnis, mendorong transfer pengetahuan, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi seluruh pemangku kepentingan.
"Lebih dari sekadar ajang pameran, Indo Livestock merupakan platform kolaborasi yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu ekosistem industri yang terintegrasi," kata Arya.
"Melalui partisipasi ratusan perusahaan dari berbagai negara, kami berharap penyelenggaraan tahun ini dapat mendorong lahirnya peluang kerja sama, investasi, dan transfer teknologi yang berkontribusi terhadap pengembangan sektor peternakan, kesehatan hewan, pertanian, perikanan, dan akuakultur Indonesia," sambungnya.
Sebagai informasi, Indo Livestock 2026 Expo & Forum diikuti sekitar 600 peserta dari 30 negara dan menghadirkan tujuh paviliun negara, yakni China, Eropa, Indonesia, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, dan Vietnam.
Pameran yang berlangsung hingga 18 Juni 2026 ini juga menghadirkan seminar, business matching, technical product presentation, serta berbagai forum diskusi yang membahas perkembangan teknologi dan inovasi di sektor peternakan, kesehatan hewan, pertanian, perikanan, dan akuakultur.