Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pramono soal Kenaikan Harga Plastik dan Kedelai: Nggak Perlu Panic Buying, Stoknya Lebih dari Cukup
Advertisement . Scroll to see content

Kementan Jaga Stabilitas Kedelai, Harga Acuan Disepakati Rp11.500 per Kg

Sabtu, 11 April 2026 - 09:49:00 WIB
Kementan Jaga Stabilitas Kedelai, Harga Acuan Disepakati Rp11.500 per Kg
Kementan menjaga stabilitas harga kedelai melalui penerapan HAP sebesar Rp11.500 per kg di tingkat importir. (Foto: Dok. IMG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pertanian (Kementan) menjaga stabilitas harga kedelai melalui penerapan Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp11.500 per kilogram (kg) di tingkat importir. Angka ini ditetapkan setelah Kementan memfasilitasi kesepakatan antara importir dan perajin tahu dam tempe.

Kesepakatan ini memastikan harga kedelai di tingkat pengrajin tetap berada di bawah Rp12.000 per kg sampai dengan adanya perubahan kebijakan berikutnya, sehingga stabilitas harga pangan berbasis kedelai tetap terjaga di tengah tekanan geopolitik global yang berdampak pada rantai pasok dunia.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat koordinasi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan bersama asosiasi dan pelaku usaha pada Kamis (9/4/2026), sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk menjaga ketersediaan pasokan kedelai sebagai bahan baku industri tahu dan tempe.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya peran importir dalam menjaga stabilitas harga di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Terkait kedelai, kami sudah minta teman-teman importir jangan mengambil keuntungan besar. Naik bolehlah naik tetapi jangan sampai itu menekan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ucap Amran dalam keterangannya dikutip, Sabtu (11/4/2026).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut