Dalam kesempatan itu, Agung merinci jumlah ketersediaan hewan kurban tersebut dibagi berdasarkan jenisnya. Untuk hewan sapi dan kerbau, jumlahnya masih surplus sekitar 88.000 ekor dari total ketersediaan yang ada.
"Untuk sapi ketersediaan 859.268 ekor, kebutuhannya 791.452 ekor, surplus 67.816 ekor. Untuk kerbau ketersediaan 33.952 ekor, kebutuhannya 12.914 ekor, surplus 21.038 ekor," ujar Agung.
Sementara untuk hewan kambing ketersediannnya 1,4 juta ekor, kebutuhannya 1,08 juta ekor, sehingga masih surplus 332.861 ekor. Sedangkan, untuk domba ketersediaan 935.690 ekor, kebutuhannya 466.086 ekor, sehingga surplus 469.604 ekor.
"Tentu ini adalah ternak-ternak yang bisa atau sudah memenuhi persyaratan sebagai hewan kurban," tuturnya.
Pemerintah memastikan akan terus menjaga dan memastikan kesehatan seluruh hewan kurban yang ada. Terlebih, seluruh hewan kurban tersebut pada umumnya merupakan hewan ternak yang selalu dipantau kesehatannya dan dijaga vaksinasi serta pakannya.
"Pemerintah terus melakukan pengaturan distribusi hewan kurban dari daerah produksi dan daerah surplus ke daerah-daerah yang masih minus agar pasokan merata dan harga juga terkendali," ujarnya.