Kemenlu Buka Suara soal Narasi Dewan Perdamaian Bentukan Trump Terlibat Konflik AS-Israel dengan Iran

Tim iNews.id
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad Mulachela buka suara terkait narasi BoP terlibat konflik AS-Israel dengan Iran. (Foto: iNews.id)

“Tujuan keanggotaan Indonesia di BOP adalah untuk mendorong penghentian kekerasan dan perlindungan warga sipil,” kata Vahd dikutip Kamis (22/1/2026).

Pemerintah Indonesia sendiri siap mengambil peran sebagai mediator dalam dinamika konflik yang terjadi.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," sambungnya.

Sikap ini menunjukkan bahwa Indonesia konsisten berada di jalur diplomasi, dialog, dan musyawarah, bukan pada pendekatan perang atau kekerasan. Hal ini juga dinilai sebagai bentuk pelaksanaan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 untuk berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia.

Sementara itu, Kemenlu mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh konten bermuatan DFK yang dapat memecah belah. 

"Pastikan setiap informasi yang diterima diverifikasi kebenarannya dari sumber resmi dan terpercaya, agar tidak ikut menyebarkan kabar yang dapat memperkeruh suasana dan merugikan kepentingan bersama," ujar dia.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kemlu bakal Manfaatkan Keanggotaan BoP untuk Bebaskan 9 WNI Ditangkap Israel

57 tahun lalu

Perang AS-Iran Memanas, Menhan Sjafrie Sebut BoP Jadi Ditinggalkan

57 tahun lalu

Survei LSI-Indikator-SMRC: Mayoritas Responden Tak Setuju RI Gabung Board of Peace

57 tahun lalu

Kepala Bappisus Bongkar Alasan Prabowo Bawa RI Gabung BoP: Tanpa Bargaining Power, Kita Tak akan Didengar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal