Kemenag: Maskapai Harus Tanggung Jawab jika Kepulangan Jemaah Haji Terlambat

Sucipto
Jemaah haji 2023 akan kembali ke Tanah Air. (Foto dok Kemenag).

"Berdasarkan surat yang saya terima, keterlambatan itu karena ada masalah teknis. Masalah teknis seperti apa, pihak maskapai lebih mengetahui," katanya, Kamis (6/7/2023).

Haryanto menekankan agar jemaah yang mengalami keterlambatan penerbangan mendapatkan kompensasi dari pihak maskapai. Misalnya, jemaah yang mengalami delay sekitar 4 jam berhak mendapatkan snack. Sedangkan, delay di atas 6 jam kompensasi konsumsi.

Apabila tertunda sampai di atas 10 jam, jemaah akan diinapkan di dalam hotel kawasan Jeddah dan konsumsi. "Itu semuanya menjadi tanggung jawab dari pihak maspakai," ucapnya.

Haryanto berharap agar keterlambatan jemaah berkurang karena akan berpengaruh pada alur pergerakan jemaah saat berada di Plaza Bandara King Abdulaziz, Jeddah. Sebab, jadwal kepulangan di bandara khusus haji tersebut sangat padat. Khusus untuk 4 Juli 2023 lalu, ada 59 penerbangan melalui bandara tersebut, sehingga kondisi bandara sangat padat.

"Indonesia dalam satu hari ada 16 sampai 18 kloter. Imbasnya, jemaah haji Indonesia harus sering berbagi plasa dengan jemaah negara lain, terutama dengan India atau Pakistan sebagai negara yang mengirim jemaah haji tertinggi selain Indonesia," katanya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kemenhaj: 29.344 Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air

57 tahun lalu

Rupiah Anjlok, Maskapai Penerbangan Masuk Survival Mode hingga Pangkas Rute Tak Efisien

57 tahun lalu

Kemenhaj Catat 15.086 Jemaah Haji dan Petugas Telah Tiba di Tanah Air

57 tahun lalu

Kemenhaj: 6.333 Jemaah Haji Telah Kembali ke Tanah Air

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal