Kasus Setya Novanto, Senior Golkar Kecewa dengan Sikap DPP

Richard Andika Sasamu
Rapat pleno Partai Golkar. (Foto: Dok/ Koran Sindo).

JAKARTA, iNews.id - Sikap Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar terhadap kasus Ketua Umum, Setya Novanto mengecewakan senior partai berlambang pohon beringin itu. DPP seharusnya tidak mengotot mempertahankan Setya Novanto sebagai ketua umum partai maupun Ketua DPR.

Anggota Dewan Pakar Partai Golkar, Zainal Bintang menilai, hasil keputusan pleno DPP mengabaikan pakta integritas pengurus. Menurutnya pakta integritas pengurus seharusnya menjadi pegangan dalam pengambilan keputusan.

"Kenapa Golkar mesti ke praperadilan, padahal ada pakta integritas yang ditandatangani 2 Juli 2016 yang mengatakan poin keenam, bila ada pengurus terlibat kasus pidana harus diberhentikan, mengundurkan diri," ujar Zainal dalam acara diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/11/2017).

Senior Partai Golkar itu menyesalkan sikap DPP yang menggantungkan nasib partai dengan menunggu hasil sidang praperadilan yang dimohonkan Setya Novanto. Dia menuturkan, seharusnya DPP mengutamakan pertimbangan moral dan etika seperti yang disuarakan publik dalam menyikapi kasus Setya Novanto.

"Agak menyesalkan dengan adanya penggiringan sengketa ini ke praperadilan. Saya bukan menolak proses hukum, tapi moral dan etika itu di atas hukum," ucapnya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
Nasional
6 tahun lalu

Daftar Kehadiran Rapat Pleno Golkar Digelar di Luar Pagar DPP, Bendahara: Benar-Benar Keterlaluan

Nasional
8 tahun lalu

Jadi Ketum, Airlangga Hartarto Sebut Golkar Mengerti Kehendak Rakyat

Nasional
8 tahun lalu

Rapat Pleno Golkar Tunjuk Airlangga Hartarto Gantikan Setnov

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal